Aku sekarang lebih memilih untuk diam. Bukankah rasa cinta yang baik adalah yang tidak diumbar-umbar?
Mungkin kebanyakan remaja seusiaku akan membuat status di media social mereka. Tujuannya untuk membuat orang yang dia sukai, merasa 'peka' ataupun paham mengenai perasaan mereka .
Aku juga melakukannya,dulu..
Saat seragam putih dan rok biru tua melekat di tubuhku.
Aku akan membuat status mengenai dia yang aku sukai.
Tapi sekarang,itu terasa begitu childish.
Memberitahukan perasaan ku ke ribuan orang secara cuma-cuma dan gratis? .
Malah akan membuat orang merasa tidak penasaran.
Kurasa,cukup Allah ,aku,dan diary ku yang tahu. Mengenai seberapa besar aku mencintainya. Ntah dia siapa? Yang masih tetap aku bisikkan pada pintu hatiku. Senyum yang menghujam hatiku,saat mataku melelehkan kristal bening untuknya. Aku tak pernah bisa melupakan senyuman itu. Senyuman kegetirannya disaat sulitnya, mencoba menghapus air mataku yang telah tumpah.
Dia mencoba menghiburku,saat seharusnya dialah yang paling terpuruk.
Sungguh.. benar-benar senyum itu yang membuatku mencintainya. Rasa sabar itu,selalu menusuk hatiku yang pedih. Orang baik itu,adalah orang yang selalu kusebut dalam doaku,agar ia tetep bahagia bersama orang-orang yang baik. Pada akhirnya, ia harus bersama dengan wanita yang baik. Yang tidak akan menyakitinya. Aku mencintainya sedalam aku mendoakannya agar ia mendapatkan wanita terbaik untuknya. Aku mencintaimu. Kamu dan kesabaran mu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar